Sunday, 18 October 2015

When You Are Professional at Work ...

Artikel ini gw ambil dari Diana Rikasari fashion blogger favorit gw, 
dan gw setuju sama kata2 dia disini :)

When you practice good professionalism at work, you will automatically unconsciously apply professionalism in your daily life as well. 

When you are professional at work, you tend to put customer satisfaction first. In your daily life, you will get used to caring about other people and their presence, like holding the door for the person behind you. 

When you are professional at work, you tend to deliver more than expected. In your daily life, you will get used to trying to make other people feel comfortable with yourself, like arriving earlier for lunch and not making them wait for you. 

When you are professional at work, you tend to communicate effectively. In your daily life, you will get used to understanding that not everybody is as intellectual as you are, so you adjust your language to make sure the other person gets you instead of embarrassing her for not understanding you. 

When you are professional at work, you tend to share your knowledge because a company is a team's work. In your daily life, you will get used to wanting to help others, like telling a stranger where the toilet is when you see her confusedly looking for one.


When you are professional at work, you are all about networking. In your daily life, you will get used to being friendly to the people around you, like smiling to the security guard when you enter a building.

Tuesday, 24 March 2015

It's Not a Competition


A rose can never be a sunflower, and a sunflower can never be a rose. All flowers are beautiful in their own way, and that's like women too.
i always do my best to remind my friends of this. There is no reason for a woman to compare herself to another and feel insecure about herself. We are all beautiful in own way, there is no need for comparison, it's not a competition

Monday, 23 March 2015

Fungi, Plant or Animal?

Fungi menyita perhatian gw semenjak baca buku Dewi Lestari - Supernova 'Partikel'


Dari sekolah, kita selalu mengklasifikasikan bahwa semua jamur adalah Plant atau tumbuhan.
Padahal setelah di teliti mereka jauh dari ciri-ciri Plant kingdom. Mereka ada di tengah-tengah plant and animal biasa disebut Fungi Kingdom.

Sama halnya seperti tumbuhan, mereka berakar ke tanah dan menyerap nutrisi tanpa sistem penceraan atau mulut. Bukan juga seperti animal, mereka juga gak bisa jalan, terbang, berenang atau merayap. Mereka gak pindah from place to place like bernacles, do move in their shells and have muscle-like tissues. Fungi do not.

Tapi Fungi juga gak mirip tanaman. They don't do photosynthesis ga punya klorofil, ga butuh sunlight, water and carbon dioxide. Mereka memakan bahan biologis lainnya, biasanya jaringan yang udah mati. Jadi mereka lebih mirip kyak Heterotrof Plantlike (organisme yang memperoleh karbon untuk sintesis dari bahan organik lain atau protein). They need their own kingdom

dan sepertinya Jamur adalah organisme pertama di muka bumi, ini belom pasti sih, tapi sepertinya dia adalah satu satunya organisme pertama yang selamat dari dampak asteroid dahsyat and lest you think this kind of cyclopean 'shroom has gone the way of the dinosaurs. Believe it or not, ini juga gw tau dari Partikelnya teh Dewi sih, organisme terbesar yang pernah hidup di bumi (mungkin) jamur di Oregon yaitu Armillaria Ostoyae atau honey mushroom mycelium yang hidup 3 meter di bawah tanah and is estimated to cover 2,200 acres dan berusia lebih dari 2400 tahun.


mungkin bahasan setelah ini bakal lebih berat, tapi ini menarik banget buat gw...

Far out scholar Terrence McKenna dalam bukunya Food of The Gods: The Search for The Original Tree of Knowledge, ngambil hubungan yang lebih jauh yang disebut Missing Link antara nenek moyang atau ancestors and language-using, symbol-toting Homo Sapiens (or Homo Spiritualis) bukan fase evolusi tapi interaksi dengan entheogens - namely "magic" mushrooms.
McKenna berpendapat manusia purba mencari makan di padang rumput afrika yang memiliki varietas konsumsi menjadi fungal hallucinogen, bisa memicu  transendensi semiotically kompleks (and the various perceptual adventages) of the psychadelic experience. It’s this psychosymbiotic mingling with the “vegetable mind” of the natural world that triggered those things which separate us from the animals: use of symbols, language, ritual, and abstract representation.
Selama berabad-abad pengalaman ini akan tetap di ritualkan, apa yang tersisa saat ini hanyalah simbol hidden in plain sight in many of the religious traditions of the world. Teori ini sekarang dijuluki "Stoned Ape Theory of Human Evolution". is fascinated! - and i whole heartedly recommend McKenna's book if you want to learn more about this.

adalagi bahasan tentang gimana Jamur dapat menyelamatkan dunia karya Paul Stamets - Six Ways Mushrooms Can Save The World dengan argumen struktur miseliumnya, wah kalo ngomongin miselium bisa lebih panjang lagi. Miselium kya jaringan sel yang terjalin menyerap hampir semua daratan bumi, is not something to take lightly.  It literally engulfs the soil beneath us in a sentient web, rising up beneath our footsteps, hungry for nutrients. There is something beautiful and horrifying, ancient and keenly technological about these organisms, a complexity it may take a psychedelically-informed, non-institutional mind to fully appreciate.

Friday, 20 February 2015

Kapan Nikah?

KAPAN NIKAH?

dulu kalo denger orang orang di tanya kya gini gw cuma bisa ketawa geli, eh terus iseng2 temen-temen nanya, eh ko makin lama makin banyak yang nanya ya, sampe sadar diri ketika temen-temen main uda pada abis karena mereka uda pada nikah semua.

yang paling ganggu adalah ketika orangtua mulai nanya "Kapan Nikah?" ini ganggu banget, bukan karena risih, tapi kalo orangtua udah nanya soal ginian berati mereka serius, gw udah bukan waktunya lagi main-main, dan akhirnya gw sadar umur gw tahun ini hampir seperempat abad ...

mulai kepikiranlah gw,

dulu pas ditanya "Kapan Nikah?" dengan lantang gw jawab "Umur 28 ketika gw udah SIAP"
sekarang? gw mikir lebih realistis, nunggu SIAP itu relatif, mungkin aja gw itu sebenernya gak akan pernah siap.

Apalagi menurut gw, Jakarta bukan lah bagian dari kebudayaan Indonesia, dimana cewe umur 30 taunan belom nikah itu wajar banget, hal biasa, karena ya emang keasyikan karier atau susah nyari yang ideal, beda ya ama cewe daerah, umur 25 aja kyanya udah kebelet banget mau nikah...

terus gw? iyah gw was - was, was-was sama rahim sendiri apalagi punya target pengen punya anak 3 hehe aminnn

daripada gw mikirin nikah lebih baik kan kita memperbaiki diri sendiri jadi lebih baik untuk calon kita di masa mendatang ya toh? toh orang baik akan mendapatkan jodoh yang baik, gw percaya itu. Gw sekarang lagi memperbaikin iman gw kepada Allah, karena gw pengen punya suami kelak yang bertakwa itu udah jadi syarat utama buat gw.

by the way ini blog bukan kode ya hahahahaha...

cuma sharing aja

nikah itu sunah dan ibadah semoga kita semua bisa mendapatkan jodoh yang tepat agar bisa sama-sama menuju surganya Allah, amin

Tuesday, 6 January 2015

Perjudian Hidup

Setiap hari kita berjudi, suka tak suka sadar tak sadar, apapun profesi dan standar moralnya, semua orang berjudi setiap hari. Semua keputusan melibatkan konsekuensi yang harus ditaksir seberapa menguntungkan dan seberapa merugikannya. Ada harga yang harus dibayar.

Mau sarapan apa besok pagi? Mau ketemu siapa nanti malem? Mau hangout dimana pulang kerja? Bagi gw sekarang semua keputusan adalah perjudian.