Wednesday, 2 April 2014

Keyakinan

rada serius dikit nih postingan, tapi jangan terlalu dibawa serius, ini cuma opini gw pribadi ...

Keyakinan buat gw adalah sesuatu yang pribadi dan mandiri dan jangan mudah terpengaruh orang lain. Tapi nyatanya sebagian dari kita, masyarakat di bumi ini memiliki/(terpaksa) memilih keyakinan yang telah di wariskan oleh orangtua mereka, mungkin yang orangtuanya beda keyakinan bisa pilih salah satu di antara dua, atau seiring beranjaknya usia mereka yang bertipe "seeker" akan mencari yang sesuai 'panggilan' hati.

gak ada yang salah dengan 'pemilihan' itu semua asal kita memahami, meyakini dan mengamalkan apa yang telah menjadi pilihan kita. Pandangan setiap orang terhadap agama dan keyakinannya adalah personal dan tentunya setiap orang akan punya pandangan berbeda berdasarkan pengalaman spiritualnya masing-masing. Ya, agama dan keyakinan adalah urusan kita dengan yang sering banyak disebut orang sebagai  ‘Tuhan’

gw pribadi beragama Islam karena warisan orangtua, tapi ya gak serta merta gw melahapnya semua, waktu kecil gw sering bertanya "kenapa gw Islam? kenapa ga Kristen/Katolik? kenapa ga Hindu juga atau Budha kya Sungokong?". Pertama yang gw pelajari adalah Islam, gw belajar sejarah Islam ketika 3 SD melalui buku-buku yang di sewain guru ngaji gw di TPA, gw pelajarin sebenernya gw ini harus menyembah siapa? apa yang bakal gw dapetin ketika gw menyembahnya, dan kenapa harus Islam? ya mungkin gw beruntung karena dapet buku-buku yang memuaskan dahaga gw plus guru ngaji yang berpikiran terbuka, dia ga pelit juga sharing tentang agama-agama lain.

walaupun orangtua gw Islam, mereka gak tau apa-apa tentang Islam (kecuali Dad), jadi ya mau ga mau gw nyari tau sendiri, ya kali ya gw beragama tapi gatau siapa yang gw sembah. Balik lagi sih ke awal tentang pencipta gw dan seisi alam semesta, itu salah satu alasan kenapa gw pilih Islam. Dan gw bener-bener terpesona sama Al-Quran dan hadis nabi (ini serius) dan hukum/Fiqih Islam. Isam agama yang yang komplit buat gw, oke oke gw tau tulisan gw makin mendikte tentang Islam... 

gw sama sekali gada maksud utntuk membanggakan agama gw dan menganggap rendah agama lain, sama sekali gak. Agama itu adalah kendaraan, gw pake merci, lo pake ferrari, lainnya lamborghini, Audi, BMW, Cadilac, Chevrolet, Citroen, Daewoo, Daihatsu ... apapun ragamnya itu kita tetep satu ... menuju satu tujuan ketika akhirnya kita mati dan meninggalkan dunia ini. Heyy kita gak kekal (gw salah satu yang percaya gak ada yang namanya renkarnasi),jadi gausahlah kita ribut soal agama siapa yang paling bagus, bener-bener wasting time.

pernah ada yang nanya gini "begitu banyak pilihan (agama) didunia, dan cuma satu yang benar, apa yang banyak itu juga disalahkan dan masuk neraka karena memeluk agama yang 'salah' ? Mereka yang ada di pedalaman menyembah pohon, batu, air, binatang, apa mereka juga salah? mereka kan hanya tidak tau. Kalau salah-benar hanya diperhitungkan dari agama yang paling 'benar' menurut gw itu gak adil"

kalo jadi gw lo mau jawab apa?

gw cuma bilang "surga-neraka pasti ada, dan gw yakin Tuhan punya perhitungannya sendiri, ga cuma berdasarkan agama paling 'benar'"

kenapa gw jawab gitu ya karena sampai sekarang belum ada yang pernah masuk ke surga/neraka terus balik lagi ke bumi dan bercerita pengalamannya, kalaupun ada yang ceritapun gw yakin mereka Bohong-hanya mengarang-ngarang cerita aja.

jadi intinya ya dari tulisan gw ini, terserah deh ya agama lo mau apa, asal lo berbuat baik terhadap sesama makhluk hidup orang ga bakal tanya agama lo apa, iya itu gusdur.

Dalai Lama pemuka agama Budha dari Tibet ketika di tanya agama apa yang paling bagus dia cuma bilang "agama yang terbaik adalah agama yang membawamu paling dekat dengan Tuhan. Agama yang membuatmu menjadi pribadi yang lebih baik, Aku tak tertarik, kawanku, apa agamamu atau apakah kau beragama atau tidak. Yang terpenting bagiku adalah perilakumu di depan sesamamu,keluargamu, lingkungan kerjamu, komunitasmu dan di hadapan dunia, Ingatlah, alam semesta adalah gema dari sikap kita dan pikiran kita, Hukum Aksi-reaksi tidak semata untuk benda fisik saja. Namun juga untuk hubungan antar manusia. Bila aku bertindak dengan kebaikan, aku akan menerima kebaikan. Bila aku bertindak dengan kejahatan, aku akan menerima kejahatan. Apa yang diajarkan nenek moyang kita itu murni benar. Kau akan selalu dapatkan apa yang kau inginkan untuk orang lain. Berbahagia bukanlah takdir, namun pilihan.
Jagalah pikiranmu, karena itu akan jadi perkataan.
Jagalah perkataanmu karena itu akan jadi tindakan.
Jagalah tindakanmu karena itu akan jadi kebiasaan.
Jagalah kebiasaanmu karena itu akan jadi karakter.
Jagalah karaktermu karena itu akan jadi nasibmu.
Dan nasibmu akan jadi hidupmu.
... dan...
Tak ada agama yang lebih tinggi daripada Kebenaran"



Agama yang terbaik adalah agama yang membawamu paling dekat dengan Tuhan. Agama yang membuatmu menjadi pribadi yang lebih baik - See more at: http://www.kangsoegie.com/2013/01/agama-yang-terbaik-wawancara-dengan.html#sthash.qvf1mpU8.dpuf
Agama yang terbaik adalah agama yang membawamu paling dekat dengan Tuhan. Agama yang membuatmu menjadi pribadi yang lebih baik - See more at: http://www.kangsoegie.com/2013/01/agama-yang-terbaik-wawancara-dengan.html#sthash.qvf1mpU8.dpuf
Agama yang terbaik adalah agama yang membawamu paling dekat dengan Tuhan. Agama yang membuatmu menjadi pribadi yang lebih baik - See more at: http://www.kangsoegie.com/2013/01/agama-yang-terbaik-wawancara-dengan.html#sthash.qvf1mpU8.dpuf
Agama yang terbaik adalah agama yang membawamu paling dekat dengan Tuhan. Agama yang membuatmu menjadi pribadi yang lebih baik - See more at: http://www.kangsoegie.com/2013/01/agama-yang-terbaik-wawancara-dengan.html#sthash.qvf1mpU8.dpuf

1 comment: