Friday, 2 November 2012

Butiran Debu - Introvert - Skeptic





Akhir-akhir ini gw dan kedua sahabat gw Echi dan Febby suka tidur sampe larut menjelang subuh, cuma gara2 ngomongin betapa butiran debunya kita, betapa kita makin introvert semakin bertambahnya usia dan semakin skeptis sama hal-hal baru yang kita temui.

Kenapa bisa dibilang butiran debu? Lebih tepatnya sih No Talent, kadang kita minder sama orang-orang yang bisa segalanya, bisa main musik, bisa nyanyi, jago disain, bisa keliling dunia, bisa segalanya deh ... minder. Sifat kyak gini sebenernya ga boleh ada, jadi kesannya kyak ga pernah bersyukur sama apa yang dikasih Tuhan. Tapi kita beda ko, kita aliran bersyukur garis keras, walaupun kadang didompet tinggal 5rb pun kita saling bahu membahu, ga kyak orang sekitar yang bilangnya gada duit tapi di atm ada 1jt seratus ribu rupiah, contohnyaaa loh hhe. Ngerasa diri bagai butiran debu pun bisa jadi bounce back kita buat terus semangat menggapai impian, ngerasa aus buat belajar. Intinya sih gitu, biar kita aus sama ilmu2 ‘hidup’.

Kita juga ngerasa bahwa kita makin introvert sama dunia, lebih suka menyendiri diantara keramaian, ngerasa jadi pendiem diantara sekelompok orang yang sedang berinteraksi, ngerasa serius ditengah keadaan yang tenang, dan kadang terlihat acuh di tengah suasana yang tegang, ya kita introvert - suka memerhatikan dan menganalisa keadaan. Beda dengan orang ekstrovert yang lebih membutuhkan sosial, cahaya, kebisingan, ruang lingkup luas dan sebagainya, kita introvert lebih membutuhkan sebuah teh hangat dan berkumpul bersama temen2 deket daripada ketempat yang penuh orang asing. Kita benci basa-basi, kita lebih seneng sama perbincangan yang padat dan informatif.

Makanya itu kita disebut pribadi yang “dalam”. Sebenernya kita gak sepenuhnya senang menyendiri, cuma lebih selektif  memilih temen deket namun padat kyak buku. Orang ekstrovert cenderung hiperbola misal lagi ngerasain makanan, mereka biasanya berkomentar “makanannya enak banget, gw belom pernah ngerasain makanan selezat ini dibelahan dunia manapun”, orang introvert kya kita pasti cuma bilang “iya, enak”. Introvert bersifat akurat, sedangkan ekstrovert dikenal sebagai perusak survey hhe. 

Eh tapi gw bukannya jelek-jelekkin orang ekstrovert ya, mereka bagus ko, pada intinya kita tetap saling membutuhkan dan melengkapi, punya temen yang riang bisa jadi membuat hidup kita lebih berwarna, ga monoton.

Sedangkan skeptis dalam definisi ini adalah kurang percaya atau sangsi terhadap hal-hal baru yang belom pasti kesahihannya (apeu), ke-eksistensinya maksudnya. Jadi lebih bertanya dan meragukan hal-hal baru itu dalam hati, karena kita pernah mengalami pahitnya jadi kita ngerasa semua hal di dunia ini gada yang bisa dipercaya, sekalipun itu keluar langsung dari mulut narasumber, pertanyaan akan terus bergulir sampai akhirnya keluar fakta yang bisa dipercayai.

Life is full of drama lah ya, semua orang tau itu. Setiap manusia juga punya cara sendiri dalam menikmati hidup, gw  dan sahabat2  gw begini adanya, lo pun juga pasti begitu adanya hhe :p

Yang penting jangan lupa sama tujuan awal hidup lo di dunia ini untuk apa :)

Mencari keridhoan Tuhan