Saturday, 17 December 2011

Self Injury / Self Harm

Alasan kenapa gw mau cerita tentang Self Injury / Self Harm adalah karena gw pernah ngalaminnya.

sadis banget ya kayanya, gila, insane, freak.

Self Injury emang kelainan psikologis yang biasa banget dijumpai sehari-hari. Terutama sama remaja labil, ya gw ngelakuin ini pas lagi labil-labilnya. Kelas 3 SMP. Masalahnya apalagi kalo bukan tentang keluarga, depresi, stres, dan persaan udah gatau lagi sama keadaan bikin gw lose control. Waktu itu gw ngambil silet dan mecahin gelas, gw ngelukain semua tubuh gw dengan keadaan sadar, tangan dan kaki jadi objeknya, gw sama sekali ga ngerasain sakit, sampe akhirnya liat darah yang ngucur gitu gw malah sedikit rileks ada perasaan yang tercurah bersama darah yang mengalir itu, perasaan lega.

psikologis gw waktu itu emang uda pada taraf membahayakan. banget.

Self Injury / Self Harm beda dengan bunuh diri karena dilakukan dengan sengaja dan gak ada hubungannya dengan kepentingan estetika (misal tato dan sanksi sosial dengan tujuan membebaskan diri dari distress emosional.

self injury hanya menyebabkan pembebasan yang bersifat sementara dan gak mengatasi akar permasalahannya. Hingga akhirnya seseorang yang pernah melakukannya akan memiliki kecenderungan untuk mengulanginya dengan peningkatan pada frekuensi dan derajat kerusakan secara fisik yang ditimbulkannya.

tapi untungnya untuk kasus gw, gw ga sampe ngulangin itu lagi, cuma lebih menekan aja, misal kalo lagi marah atau kesel paling cuma mukul2 diri sendiri, tapi cuma nepuk-nepuk aja ga nyampe memar. oke mungkin ini uda bahaya banget.
tapi gw ngerasa udah sembuh. tapi gatau deh suatu hari nanti bakal kambuh lagi apa ga.

ini dia bekas cutting gw 

cutting itu luka dangkal di lengan atau tungkai.
ini dia beberapa contoh self injury lainnya :

· Meninju, memukul, dan mencakar diri sendiri
· Menggigit tangan, lengan, bibir, atau lidah
· Menggaruk-garuk kulit sampai berdarah
· Mengutak-atik luka yang sedang dalam proses penyembuhan
· Mememarkan tubuh lewat kecelakaan yang sudah direncanakan sebelumnya
· Membakar diri baik dalam bentuk ringan misal dengan rokok atau pembakaran tubuh secara luas.
· Menusuk diri sendiri dengan kawat, peniti, paku, pulpen, dan lainnya.
· Mematahkan tulang-tulang mereka sendiri
· Mencungkil mata
· Menelan bahan kimia korosif, baterai, peniti, dan benda lainnya.
· Pada beberapa kasus juga dilaporkan pelaku meracuni dirinya sendiri secara berulang.


serem ya, hee

Kesalahan konsepsi yang lazim dijumpai dalam self injury adalah bahwa masyarakat umum menganggap bahwa tindakan ini dilakukan oleh pelakunya untuk mencari perhatian semata. Sedangkan dalam kenyataannya, banyak pelaku self injury yang sangat menyadari keberadaan luka dan parut pada tubuh mereka dan umumnya mereka berusaha menyembunyikannya dari orang lain. Jika dipertanyakan oleh orang lain bagaimana mereka memperoleh luka-luka tersebut maka biasanya mereka menjawab bahwa luka-luka tersebut diperoleh dengan cara lain misalnya saja kecelakaan dan biasanya mereka menyembunyikannya dengan cara menggunakan baju yang sangat tertutup.

Walaupun perilaku ini nampaknya ekstrim namun sebenarnya kita tetap dapat melihat perilaku self injury dalam kelompok masyarakat yang ’sehat’. Misalnya menggigiti kuku, memencet jerawat, atau menggaruk bekas gigitan nyamuk sampai berdarah. Ada banyak juga orang-orang yang rela mengikuti diet hingga kelaparan hanya supaya dapat memakai celana ukuran tertentu. 

Jadi harus diperhatikan bahwa sebenarnya banyak orang yang melakukannya namun yang harus diperhatikan adalah bila kegiatan ini sudah membutuhkan perhatian khusus.

semoga kalian gada yang gitu ya, cukup gw aja hoho. pasti sembuh, bisa pasti :)

9 comments:

  1. Baru baca ini, saya pribadi sudah 'bersih' selama setahun ini, pelan-pelan bekas cuttingnya sudah menghilang. Dan saya masih proses untuk keluar dari brutal addiction ini. Stay Strong.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wow emang susah sih buat 'bersih' tapi self injury ini bisa kita lampiasin dengan ketemu sahabat, atau orang yang kita sayang. Dengan bertemu mereka kita gak akan ngerasa sendiri lagi. okee stay strong :D

      Delete
  2. referensi buku yang ngebahas tentang self injury apa ya? susah amat nyari buku yang berbahasa indonesia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya emang susah lebih pilih baca artikelnya aja di internet, menurutku udah lumayan cukup. atau ngobrol sama temen kamu yang psikolog deh, bisa lebih ngebantu :)

      Delete
  3. kita samaan dong yee ~('-')~ tapi aku ini klo udh gigit bibir ngerasain keluar darah, aku langsung sedot tuh darah '-'. udh jadi kebiasaan jadi yah... klo ada temen berdarah aku suka ngiler liatin darahnya -,-

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. mulai bersih, tapi klo jari luka keluar darah malah seneng liatnya, udah kebiasaan jadi susah

    ReplyDelete
  6. ya saya juga suka melukai tangan dan kaki saya menggunakan gunting dan ketika keluar darahnya sedikit saya merasa kurang puas dan kembali menyayat sampai darah yang keluar banyak, memang benar melakukan itu membuat saya puas, tapi di satu sisi saya juga tdk ingin ini jadi kebiasaan kadang di keesokan harinya saya menyesal tetapi tetap saja saya melakukannya saya tdk tahu lagi bagaimana mengatasinya, saya ingin hidup normal kembali

    ReplyDelete
  7. ya saya juga suka melukai tangan dan kaki saya menggunakan gunting dan ketika keluar darahnya sedikit saya merasa kurang puas dan kembali menyayat sampai darah yang keluar banyak, memang benar melakukan itu membuat saya puas, tapi di satu sisi saya juga tdk ingin ini jadi kebiasaan kadang di keesokan harinya saya menyesal tetapi tetap saja saya melakukannya saya tdk tahu lagi bagaimana mengatasinya, saya ingin hidup normal kembali

    ReplyDelete