Friday, 2 September 2011

Thanks God, You Have Created Chilli

Cabai atau cabe, atau lombok (bahasa jawa) adalah sodara jauh dari suku terong-terongan atau Solanaceae. Selalu ada pepatah yang bilang, "kecil-kecil cabe rawit" biar kecil tapi kekuatan, jangan diraguin. *hubungannya apa?


akulah raja cabai HA-HA-HA *ketawa serem




semua orang tau gue gak suka cabe, gue  benci makanan pedes, kalo dirumah pun selalu dipisah mana makanan pedes mana makanan buat anak-anak (maksudnya gue). Apakah itu terdengar cemen? hemm gak juga ahhh, tapi gue selalu minder pas lagi ada acara makan rujak bareng, ya olloh, gw makan rujak cuma buahnya aja yang disentuh, gue selalu nangis kalo makan sambelnya, apalagi kalo nyokap yang bikin sambel, gue nangis darah kali, lidah gue rendem di air es sejam, terus gue kasih gula, terus gw andukin si lidah biar pedesnya ilang. Parah, norak mampus guee sama cabe.


Perkenalan gue dengan cabe pun sungguh aneh dan menyakitkan, bermula ketika umur gue ummm.... ummm.... kelas 1 SD, kira-kira umur berapa? ya sekitar 5 tahun, gue main sama temen-temen sepergaulan di kompleks, yah biasalah anak kecil, main apa sih? paling maen petak umpet, lompat tali, atau polisi-polisian. Suatu ketika Leli (cewe gila) iseng ngasih gue sesuatu, yang katanya buah, dan enak banget, melon kalah deh. Gue pegang tuh cabe, dan gue masih gak tau kalo itu adalah makhluk hidup bernama "cabe", karena gue yang notabene masih 1 SD dan berumur 5 tahun dan masih imut-imut dan polos itu masih sangat asing sama buah biadab itu, gue pegang-pegang, gue cium-cium, gue endus-endus, dia gak memberikan reaksi mencurigakan. Sampe akhirnya suara Lely memecah keheningan penelitian intim gue, "udah makan aja, enak kok :)" sambil muka mesem-mesem.


Yah apalah arti sebuah nama, walo gue gatau tu benda namanya sapa, tapi faktanya dia adalah makhluk yang kecil, lebih kecil dari jari kelingking gue, akhirnya gue masukkan tu benda ke mulut, dan kunyah ... nyamm... nyammm... :s


1 detik .... nyammmm
detik ke 2 ......umm
detik ke 3 .....


MAMMAAAAAAAAAAAA !!!!!!!!!!!!!!!!!!!


gue pulang ngibrit ke rumah, ambil air es, gula jawa, ato apalah yang berbau manis2. maklum pengetahuan gue masih minim, gue gatau harus berbuat apa dengan usia yang seminim itu ditengah pendzoliman anak binal kayak Leli itu.


gue nangis kejerrr, semenjak itu gue benci cabe, gak mau kenal sama makhluk biadab itu, ENOUGH !


Leli - jangan tertipu sama muka manisnya, karena sesungguhnya dia gilaa


Sampe akhirnya usia gue bertambah (eaa), di jaman globalisasi nan modern seperti ini mana mungkin siy tu makhluk biadab punah, gak mungkin. Malah yang gue baca di internet disini petani di Inggris abis ngembangin varietas cabe terbaru yang dinamain Infinity yang artinya 'tak terbatas' alias rasa pedesnya bakalan tahan lama di lidah, bahkan rasa pedesnya gak mampu dikalahin susu. what the??? aakkk


oke kembali ke cerita gue. Dia, si cabe itu malah makin berekspansi ke jajanan sekolah, merajai jenis makanan dengan berbagai warna khasnya, MERAH, IJO !


shit !


mau gak mau kalo lagi beli cimol kan pasti ada bumbu cabenya, "kalo cuma asin mana enak" sindir temen-temen tengil gue, akhirnya dengan pedenya gue beraniin diri bilang ama Abang Cimol, "bang bumbu cabenya banyakin bang !"


alhasil?


ALLAHUAKBARR !!


huaaa kepedesaaaan, huaaa, tapi gatau kenapa nagih. wew mulai ada chemistry nih kayaknya antara gue dan si cabai :9


pas SMA, gue masih dalam taraf standar dalam mengkonsumsi cabai. Ya sebatas jajanan sekolah aja kayak, soto, rujak, nasi goreng pedes, tapi ada satu hal yang gak bisa gue lakuin. Makan gorengan sama cabe secara barengan, Ou Em Jiii, itu sangat mengerikan !!! err tidakkk !!!


pas gue lulus sekolah dan kuliah jauh dari orangtua (diluar kota), gue dihadapkan pada situasi sulit, gue gak bisa neko-neko sama makanan. Disana banyak banget ayam bakar sama bumbu sambel yang nikmat, sambel bawang, terasi, ijo, dan lain sebagainya, semua terlihat menggiurkan. Mungkin karena lidah anak kos juga, hehew. semenjak itu, ya sekitar 3 tahun ini gue mulai mencintai cabe, i can't live without him so much. Dia harus selalu ada dalam menu makan gue, mie instan --> pake cabe, gorengan --> pake cabe, soto, bakso, mie ayam, semuanyaaaa --> HARUS PAKE CABE.


kalo kata Titi Kamal : "it's a must"


ya itulah perkenalan gue dengan cabe, cukup memusingkan dan membuat lidah kelu. But last thing i wanna say is "THANKS GOD, YOU HAVE CREATED CHILLI IN THIS WORLD, I LOVE CHILLI SO MUCH"


oia sebagai referensi, cabe juga punya banyak khasiat dia punya zat capsaicin yang berfungsi dalam mengendalikan penyakit kanker, udah gitu vitamin C nya juga tinggi. Capcaicin juga punya efek antiradang, meningkatkan nafsu makan dan mengatsai sembelit. “Cabai memang bisa meningkatkan peristaltik usus sehingga merangsang seseorang untuk buang air besar,” begitu kata dr Ari F Syam, SpPD


semoga menghibur :D


2 comments:

  1. Tapi cabe sekarang rasa pedasnya sudah berkurang, dan lama-lama bisa hilang. Sering nemu ni, cabe rasanya agak pahit dan sedikit manis... Gak tau tuh cabe jenis apaan...

    ReplyDelete
  2. cabe jawa kali tuh ada manisnya segala, ato mungkin nama latinnya sugarenese cilinoso :D

    ReplyDelete